EKOWISATA

Save Our Turtle Poster
Semangat Pagi!!
Halo Kawan, lama saya tidak memposting tulisan dalam blog ini. Kira-kira vakum beberapa bulan lah, tapi jangan khawatir. I'm back and ready to rock and roll (Yeahhh.... koprolll!!)

Yap, halaman ini saya khususkan untuk salah satu matakuliah di jurusan Biologi Universitas Negeri Malang, Matkul Ekowisata. Nah, gambar Poster "Save Our Turtle" di samping juga salah satu tugas dari matakuliah Ekowisata loh. Oke, saya akan menyinggung sedikit soal Ekowisata.

Arti Ekowisata sendiri adalah wisata yang tak hanya menonjolkan sisi rekreasi, tapi juga melibatkan edukasi, keterlibatan masyarakat kawasan wisata untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal, serta diharapkan menjamin keberlanjutan kelestarian lingkungan kawasan wisata.

Menurut penjelasannya, beda Ekowisata dengan wisata umum adalah tingginya partisipasi masyarakat sekitar kawasan pariwisata dibandingkan wisata biasa, ramah alam, serta kerapatan penduduk dan pengunjungnya rendah. Jadi kalau saya ambil kesimpulan sendiri, wisata minat khusus (seperti yang saya geluti beberapa tahun belakangan) termasuk dalam Ekowisata.

Gimana? Saya lumayan menyimak kan kuliahnya? Hehe
Oke. Let's get serious buddy. Di halaman ini, saya akan menampilkan artikel Ekowisata saya. Ini adalah artikel yang saya simpan, dan hutang saya pada kawan-kawan perempuan pemberani yang menerjuni dunia gelap bawah tanah dan mencumbui gemerlap eksotisnya ornamen goa. Salute buat para Perempuan Perut Bumi. Tapi di bagian bawah, saya akan menyertakan link beberapa tulisan-celoteh saya tentang tempat wisata yang pernah saya kunjungi.



PEREMPUAN PERUT BUMI

Dari kiri Febria Ika, Iis Dewi, Shofi, Risang, Devi

Mereka memperhatikan langit, seterik dan secerah yang diinginkan setiap orang. Namun begitu, cahaya matahari tak menembus lebat lebar daun jati. Cahaya juga tak dapat menembus lubang hitam menganga di depan mereka, sebuah lubang vertikal sedalam lebih dari tujuh puluh meter, Luweng Musuk.
Luweng Musuk adalah sebuah goa vertikal yang terletak di Kabupaten Pacitan. Tepatnya di di Dusun Luweng Songo, Desa Bomo, Kecamatan Punung. Untuk pergi ke sana, dari kota Pacitan kita menuju ke arah Solo kemudian berbelok ke arah selatan mengikuti papan petunjuk menuju goa Gong. Perjalanan dari pusat kota Pacitan memakan waktu sekitar dua setengah jam menggunakan kendaraan pribadi. Dan ketika telah sampai di perempatan menuju goa Gong, dilanjutkan perjalanan dengan jalan kaki ke arah barat sejauh 2 km dengan medan jalan berbatu diselingi aspal berlubang.
Tapi ini bukan cerita tentang Luweng Musuk, goa vertikal yang akan dirayapi oleh para gadis yang akan saya ceritakan. Ini adalah cerita para perempuan perut bumi. Para wanita yang mencintai gelap dan dinginnya relung bumi, mencari istana bawah tanah.
Goa memeliki pendar pesonanya sendiri. Ia menyimpan misteri adaptasi biota endemiknya yang menanggalkan kemampuan penglihatan akibat ketidakadaan cahaya serta kulit yang memucat. Goa adalah tempat bernaung ratusan kelelawar yang menhasilkan guano, pupuk berharga untuk petani berupa kotoran mamalia terbang ini. Gua juga berkilau dengan ornamen megah yang membentuk gourdyn, stalagtit, stalagmite, pillar, column dan banyak bentukan lain. Semakin ke dalam, semakin kaya misteri yang diungkapkannya.
Tapi di sana letak bahayanya, rasa penasaran. Sering dikatakan seorang penelusur harus mengetahui batas kemampuannya dan menyisakan setengah tenaga yang tersisa untuk kembali. Para penelusur ini tak hanya memiliki kemampuan fisik dan keberanian, mereka juga dibekali pengetahuan rumitnya tali-temali bersanding macam peralatan logam. Dan Universitas Negeri Malang memiliki para penelusur gua yang handal dari berbagai jurusan. Mereka tergabung dalam komunitas Mahasiswa Pecinta Alam Jonggring Salaka.

Alat-alat yang dibutuhkan untuk Penelususran Goa


turun vertikal di Luweng Musuk

Bersiap Turun 

Jangan salah mengharapkan dengan segudang kemampuan, maka akan mendapati gadis-gadis ini berpenampilan ‘kumal’ karena biasa bergelut dengan batuan serta lumpur. Justru mereka adalah gadis-gadis cantik dan manis. Bahkan ada yang berasal dari mahasiswi seni tari.
Selain seni tari, para perempuan yang saya bicarakan ini juga berasal dari berbagai disiplin ilmu seperti geografi, ekonomi, biologi, sejarah, seni rupa, fisika, keolahragaan serta pendidikan. Tentu saja, dengan menggabungkan berbagai disiplin ilmu, maka ilmu yang kita miliki akan bisa saling melengkapi.
Yang ingin saya sampaikan di sini adalah, seorang wanita lembut dan memiliki kecantikan luar belum tentu mereka tak memiliki keteguhan yang dimiliki lelaki. Perempuan sama tangguh, dan ini adalah salah satu wujud dari emansipasi.

Persiapan turun ke Luweng Musuk

Pintu Masuk Luweng Musuk

Sungai Bawah Tanah


POSTER KKL EKOWISATA 2013 MERU BETIRI

Kamis, 14 November 2013

Ini adalah Poster untu tugas KKL Matakuliah Ekowisata jurusan Biologi Universitas Negeri Malang ke Meru Betiri 2013. Dapat apresiasi juara satu loh (e ciyeeeee). Semoga matakuliah ekowisata memberi kita banyak pelajaran tentang pariwisata yang tak melupakan kelestarian lingkungan. Terima kasih :)

Poster "Kunjungi Meru Betiri"

Saya mau menjelaskan konsep poster ini sebentar. Saya bukan orang seni desain yah, jadi maaf kalo ada konsep yang kurang tepat atau kurang ter-ekspresikan di poster ini.

Pertama pemilihan background gambar. Saya memilih foto yang tidak terlalu banyak obyeknya dan warna yang dominan adalah biru (karena biru cukup ramah dan berkesan komunikatif). Sedangkan tulisan di dalam kertas adalah perancangan trip ekowisata dengan konsumen menengah ke atas, makanya mengambil harga dengan kisaran 770ribu - 1juta.

Untuk mendukung bidikan konsumen kelas menengah, saya menampilkan gambar Jeep Rubicon, kamera, dan teropong yang menggambarkan bagaimana perjalanan para konsumen/wisatawan selama trip ekowisata. Yaitu mengambil gambar alam liar (wildlife), bersafari dengan kendaran 4WD, atau mengamati satwa. Nah karena letak foto dan tulisannya miring ke kanan, saya mengimbanginya dengan papan "Resort Sukamade" yang agak ke kiri agar posternya "seimbang". Apakah itu berhasil?

Selanjutnya gambar jejak binatang dan tulisan "home of biodiversity" tidak saya buat mencolok karena dikhawatirkan terlalu ramai. Keduanya hanya tambahan agar poster di sisi kiri tidak kosong. Namun keduanya punya makna. Jejak binatang tersebut adalah sebangsa kucing, karena Taman Nasional Meru Betiri disinyalir adalah habitat terakhir harimau Jawa (penelitian sedang membuktikan bahwa harimau jawa belum punah). Sedangkan semboyan "Home of Biodiversity" merupakan semboyan Taman Nasional Meru Betiri.

Sekian, dan terima kasih :)





Kunjungi juga tulisan saya yang lain. Silahkan :)
- Delapan Hari Argopuro (dimuat di Komunikasi UM)
- Satu Bulan Sulawesi Selatan
- Argopuro
- Semeru
- Salvinia di Kaki Gunung Semeru
- Tengger
- Masih Pegunungan Hyang
- Jejak Lawu
- Pelalar Malam Penyelamat Penyu
- Liburan Gili Ketapang (Masuk liputan wisata Komunikasi UM)
- Ranukumbolo
- Pagi Hari di Kumbolo
- Before Pulau Sempu
- Hari Bumi 2012 Malang
- Pendakian Massal Semeru 2000 orang? (Tulisan saya di kompasiana)

8 comments:

  1. Bagus banget mengenai penjelasan perbedaan ekowisata dan wisata massal nya mbak ayuk. cuma ingin menambahi sedikit kalau pada ekowisata itu harus memiliki interpreneur (seseorang yang bertugas menjelaskan asal - usul terbentuknya tempat tsb sedangkan pada wisata massal gak harus.) seperti yang dijelaskan bapak suhadi kemarin :)

    ekowisata yang di posting juga menarik, pengen sekali - kali kesana.hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, iya :)
      terima kasih sekali penjelasannya dan maaf menampilkannya komentarnya lama sekali yah. Hehehe
      soalnya nggak rutin buka blog nih
      Iya.. kapan-kapan kita ke sana main bareng kalau mau :)

      Delete
  2. nice post
    lanjutkan membuat postingan yang menarik

    ReplyDelete
  3. nice post
    lanjutkan membuat postingan yang menarik

    ReplyDelete
  4. Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada saudari Ayu Sri atas kemenangannya dalam lomba pembuatan posternya. Saya tidak meragukan pengetahuanmu yang luas terhadap alam dan kemampuanmu dalam bidang seni. Alangkah baiknya jika Anda mau berbagi ilmu pada saya dan teman-teman.

    ReplyDelete
  5. jadi malu :")
    makasih kembali mbak Arfi komen dan sarannya...

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar, kritik dan saran anda sangat berarti. Saya tunggu ya komentarnya...