Sunday, April 13, 2014

Photo Inspirasi

Selamat malam J
Mau share apa yang belakangan ini sedang aku kerjain. Karena kira-kira hampir satu tahun pegang kamera, jadi mungkin kegiatan yang paling bikin excite yah belajar motret. Dengan budget pas-pasan, tentu aja saya hanyalah “penghobi” foto pemula yang bermodalkan Nikon D3100 dan lensa kit. Bisa apa?
Yah.. meskipun terbatas dalam dana, tapi gak boleh terbatas dalam kreatifitas kan? Sebenarnya dana juga sangat memengaruhi dalam proses belajar. Seperti misalnya kalau mau ikut komunitas atau kursus. Tapi sekarang kan ada internet. Selama masih belum punya budget untuk ikut kursus atau apalah, ya internet adalah guru gratis terbaik kalau kita bisa memanfaatkannya secara maksimal. Kita lihat hasilnya nanti >_<
Pasalnya saya sebenarnya ngefans sama Darwis Triadi (tapi ngefans yang enggak detail), Cuma lihat sepintas. Tapi ada yang menginspirasi yaitu dia tahun segitu bisa belajar otodidak, padahal tahun segitu kan kayaknya refernsi minim yah. Jadi sebagai generasi yang hidup dalam era kaya informasi, harusnya bisa ngakali macem-macem kan!!
Saya nggak mau pajang hasil foto disini, karena malu dan enggak siap. Alias fotonya masih jelek (padahal udah setahun pegang kamera). Tapi cuma mau curhat di malem hari. Pengen share foto inspirasional (yang menurutku) sepanjang masa. Afghan Girl, sebuah potret yang menjadi sampul majalah National Geographic
Afghan Girl


Sharbat Gula adalah nama gadis yang ada dalam foto itu. Ia adalah seorang gadis Afghanistan yang menjadi korban perang pada akhir tahun 1980an. Steve McCury memotretnya ketika gadis itu berusia belasan. Ia melihat seorang gadis duduk sendiri tanpa keluarga diantara puing-puing bangunan, dan ia memotretnya. Sekembalinya ia ke Amerika dan mencetak hasil jepretannya, ia sendiri merasa terpana.
Potret gadis itu seperti menyihir. Terutama mata hijau terangnya yang tajam sekaligus sangat indah. Raut wajahnya seperti menyimpan penderitaan, tatapan mata yang tajam benar-benar mengiris hati. Saat aku sendiri memandang potret itu, selalu hampir menangis. Seperti seorang gadis yang menyimpan amarah, dendam, penderitaan dan rasa jengah yang teramat.

Tapi satu hal, Steve McCury tidak tahu sempat menanyakan nama gadis itu. Dan pertanyaan itu tidak terjawab hingga 17 tahun kemudian. Pada tahun 2002 akhirnya McCury menemukannya pada usaha yang ke dua kalinya kembali ke Afghanistan. Gadis itu tumbuh menjadi wanita berusia 30an tahun dan masih memiliki mata yang menarik, meskipun tatapannya sudah tak setajam dulu. Juga raut mukannya tidak lagi menyimpan amarah.
Steve McCury fotografer Afghan Girl

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar, kritik dan saran anda sangat berarti. Saya tunggu ya komentarnya...