Sunday, September 29, 2013

SATU BULAN SULAWESI SELATAN

Pemberangkatan Tim Kajang yang diantarkan oleh
Keluarga Besar MPA Jonggring Salaka dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UM

Kamu percaya dengan obrolan kosong, pembicaraan tentang mimpi bullshit, atau hanya harapan yang kita sangka angan-angan? Satu hal: hati-hati dengan apa yang kamu mau. Buktinya obrolan omong kosong kami terlaksana.

Semuanya berawal dari tahun 2012, pembicaraan tentang usia kami yang mendekati 'dewasa' serta ramalan tahun depan akan jadi hari-hari terakhir angkatan kami kumpul bareng. Ada hal yang dinamakan regenerasi, ada juga hal yang dinamakan lulus, kerja, S2, merantau, juga nikah. Akhirnya kami berkeinginan membuat acara perpisahan, main ke tempat yang jauh satu angkatan. Kemudian ada yang menambahi, "kenapa nggak sekalian bikin bangga Jonggring?". Oke.

Makan jagung bakar di Bantimurung

Pantai Tanjung Bira


Akhirnya pada tahun 2013, tepatnya dari tanggal 31 Mei hingga 1 Juli kami berangkat ke Sulawesi Selatan. Sayangnya tidak semua angkatan bisa berangkat. Kami berenam terdiri dari dua perempuan dan empat laki-laki (Ayu/Janda, Sandra/Jempol, Evan/Suratong, Agung, Royhan/Brengos, dan Bachtiar/O'on).

Melalui serangkaian proses panjang, rumit, membolak-balikkan perasaan dan pikiran kami berangkat dengan pesawat Lion Air dan tiba di Bandara Sultan Hassanudin Makassar. Tujuan kami adalah observasi suku Kajang untuk belajar kearifan lokalnya serta pendakian ke Latimojong.

Selama di Makassar, kami dibantu oleh Keluarga Besar Sintalaras (Mapala Universitas Negeri Makassar). Kami tinggal bersama mereka dan berhutang budi begitu banyak atas kebaikannya, keramahannya, dan banyak hal. Ada satu kode etik yang membantu kami : sesama pecinta alam adalah saudara.

Kami berkunjung ke Kawasan Adat Ammatoa lebih dari satu minggu, ke Tanjungbira melihat pesisir pantai cantik yang tersohor karena masyaraktnya perakit ulung perahu Pinisi, ke Taman Wisata Alam Bantimurung yang terkenal dengan taman kupu-kupunya, naik ke Gunung Tertinggi di Pulau Sulawesi yaitu Gunung Latimojong Kabupaten Enrekang, serta mencicipi masuk ke tebing suram penuh belulang di Tana Toraja.

Coto Makassar, Ulu Juku, Mie Titi, Pisang Epek, Minuman Saraba', dan sup konro yang sarat protein pernah masuk dalam perutku. Sulawesi Selatan dengan segala keunikan dan ragam kulinernya memang sebuah tempat yang ngangenin untuk dikunjungi lagi.

Pesan yang saya ambil dari perjalanan kami adalah jangan buang angan-angan mu. Kalau bisa ingatlah ucapan mendiang bapak pendiri bangsa kita, "Taruh cita-cita mu setinggi langit. Setidaknya bila kamu jatuh, kamu akan jatuh di antara bintang-bintang."

Sekian dulu blog hari ini, lebih detail tentang perjalanan saya akan dibahas kemudian. Terima kasih dan selamat petang para pembaca :)


Berdiskusi dengan Kepala Dusun Bantaeng Kajang Tana Toa

Masuk Kawasan Adat Ammatoa

Di rumah penduduk Dusun Karangan, persiapan pendakian Gunung Latimojong

Sampai di Puncak Latimojong

Kubur Tebing Batu di Ketekesu Tana Toraja


Koleksi Kupu-Kupu Taman Wisata Alam Bantimurung




No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar, kritik dan saran anda sangat berarti. Saya tunggu ya komentarnya...