Sunday, September 29, 2013

SATU BULAN SULAWESI SELATAN

Pemberangkatan Tim Kajang yang diantarkan oleh
Keluarga Besar MPA Jonggring Salaka dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UM

Kamu percaya dengan obrolan kosong, pembicaraan tentang mimpi bullshit, atau hanya harapan yang kita sangka angan-angan? Satu hal: hati-hati dengan apa yang kamu mau. Buktinya obrolan omong kosong kami terlaksana.

Semuanya berawal dari tahun 2012, pembicaraan tentang usia kami yang mendekati 'dewasa' serta ramalan tahun depan akan jadi hari-hari terakhir angkatan kami kumpul bareng. Ada hal yang dinamakan regenerasi, ada juga hal yang dinamakan lulus, kerja, S2, merantau, juga nikah. Akhirnya kami berkeinginan membuat acara perpisahan, main ke tempat yang jauh satu angkatan. Kemudian ada yang menambahi, "kenapa nggak sekalian bikin bangga Jonggring?". Oke.

Friday, September 27, 2013

SEMINAR PENDAKIAN : Leave No Trace & Safety Procedure



LEAVE NO TRACE & SAVETY PROCEDURE

Tak dapat dipungkiri, akhir-akhir ini terjadi peningkatan yang serius para penghobi pendakian. Tak hanya dari kalangan Komunitas yang khusus biasa berkecimpung di dunia alam bebas, masyarakat umum mulai tertarik dengan dunia gunung.

Mungkin juga salah satunya bias dari beberapa acara televisi ataupun film yang mempromosikan keindahan panorama gunung. Namun begitu, pendakian sebenarnya tidak sesimpel itu. Tidak hanya menyiapkan fisik dan mental, olah raga minat khusus ini juga mengedepankan semangat konservasi, yaitu Leave No Trace.




Thursday, September 26, 2013

REFERENSI PLANKTON, BENTOS, INVERTEBRATA AIR

Selamat pagi! :)
Saya ingin membagi sebias referensi yang saya kumpulkan tentang Plankton. Dan jangan kuatir, referensi ini disertai resensi yang jelas. Selamat membaca.

Foto Plankton Laut (Sumber: Satino 2003)


Universitas Negeri Yogyakarta. 2003. Diktat Kuliah Ekologi Perairan. Yogyakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta
Plankton adalah jasad-jasad renik yang hidup melayang dalam air, tidak bergerak atau bergerak sedikit dan pergerakannya dipengaruhi oleh arus (Sachlan, 1982). Selanjutnya Sumich (1999) mengatakan bahwa plankton dapat dibedakan menjadi dua golongan besar yaitu fitoplankton (plankton nabati) dan zooplankton (plankton hewani). Menurut Thurman (1984), dalam perairan fitoplankton merupakan produsen primer (produsen utama dan pertama) sehingga keberadaan fitoplankton dalam perairan mutlak adanya.
Zooplankton adalah plankton hewani. Zooplankton meskipun terbatas, mempunyai kemampuan bergerak dengan cara berenang (migrasi vertikal). Pada siang hari zooplankton bermigrasi ke bawah menuju dasar perairan. Migrasi dapat juga terjadi karena faktor konsumenan (grazing) yaitu mendekati fitoplankton sebagai mangsa. Dapat juga migrasi terjadi karena pengaruh gerakan angin sehingga menyebabkan upwelling atau downwelling (Sumich, 1999)
Zooplankton terdiri dari holoplankton (zooplankton sejati) dan meroplankton (zooplankton sementara). Holoplankton adalah hewan yang selamanya hidup sebagai plankton seperti Protozoa dan Entomostraca. Meroplankton yaitu hewan yang hidup sebagai plankton hanya pada stadia-stadia tertentu, seperti larva atau juvenil dari Crustacea, Coelenterata, Molusca Annelida dan Echinodermata (Sachlan, 1982). Protozoa sebagai plankton sejati dibagi menjadi 4 klasis yaitu Rhizopoda, Ciliata, Flagelata dan Sporozoa (hidup sebagai parasit).
Rhizopoda merupakan zooplankton yang mempunyai arti penting tidak hanya di laut tetapi juga di air tawar. Zooplankton ini merupakan makanan bagi ikan dan hewan Avertebrata. Rhizopoda terdiri dari beberapa ordo yaitu Amoebina, Foraminifera, Radiolaria dan Heliozoa.