Monday, July 9, 2012

5 cm : The Next Movie to Wait

 
Familiar dengan novel besutan Donny Dhirgantoro ini? Dulu di jaman masih SMA (sekitar tahun 2006-2008, lupa tepatnya) novel 5 cm lumayan (sangat) populer dikalangan temen-temen Sispala (terjemahan: sebutan untuk organisasi siswa pecinta alam), tentu saja saat itu saya baru “gandrung-gandrung” nya dengan gunung. Dan ketika 5 cm mengangkat cerita tentang persahabatan dan pendakian ke Semeru, jelas sebuah topik yang populer dikalangan anak SMA pecinta alam. So, 5 cm is one of the most readed novel used to..



 

Hal yang menarik dari 5 cm dulu adalah novel ini mengutip lagu-lagu bagus dan kutipan unik yang membuat saya mencari tahu darimana asalnya. Salah satunya “Carpe diem”, dan akhirnya beberapa tahun ini baru saya menemukannya lewat sebuah film lawas, carpe diem bisa diarikan:seize the day atau raih harimu.
Ketika tahun-tahun awal 2009 saya mendengar film based on novel 5 cm, wah ini benar-benar film yang musti ditunggu nih… dan tahun 2012 ini ternyata baru terlaksana syutingnya dan alhamdulilah saya bisa ikut melihat langsung dan sempat beberapa saat ikut jadi figuran (Yeyeyeyeye… meskipun cuma berapa detik:D). Sayangnya karena suatu hal saya nggak ikut pendakiannya ke Semeru.
Pemerannya juga lumayan keren. Ada Fredy Nuril, Junot, Pevita, Donny Margo (dan satu cewek lagi lupa namanya). Lumayan bisa liat artis dari dekat. Mereka keren juga kok, mau gulung-gulung di pasir sampek muka belepotan, worth it for two thumb lah pokoknya.
THE SHOOT
Rupanya yang namanya syuting itu: Ribet.
Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS) adalah lokasi utama dilaksanakannya syuting. Ternyata TNBTS cukup populer juga sebagai tempat syuting. Dulu Dian Sastro juga syuting di TNBTS saat film fenomenal Pasir berbisik. Syuting juga meramaikan suasana TNBTS (yang emang udah lumayan rame) dan menggunakan luar biasa banyak sekali porter untuk syuting. Maklum, alat-alatnya kelihatan ribet dan berat.
Syuting juga sempet ramai dibicarakan anak-anak mapala dan sispala di wilayah Malang-Lumajang sebagai area cakupan sekitar TNBTS yang notabene bakalan dipake sebagai figuran sliwar-sliwer di dalam film. Yah begitulah… ribet…
Tapi bagaimanapun juga, kayaknya cerita tentang pendakian ke Semeru ini tetep worth it kok buat di tonton…

1 comment:

  1. Tapi saya kasih extra note ya. Ehm, film 5 cm tuh berupa cerita fiksi, kurang bisa dijadikan referensi bagi temen2 yang mau ke Semeru. Tapi cukup mempromosikan lah :)

    Oh yah, yang mau mendaki ke Semeru jangan lupakan etika pendakian yah
    salam salim :D

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar, kritik dan saran anda sangat berarti. Saya tunggu ya komentarnya...