Tuesday, December 6, 2011

Salvinia di Kaki Gunung Semeru


Semua yang pernah mengunjungi Semeru pasti tahu sebuah desa di Kaki Gunung Semeru yang juga merupakan letak pos perijinan pendakian, Ranu Pani. Ranu dalam bahasa Jawa kuno juga diartikan sebagai Danau. Karena itu sebenarnya Ranu Pani juga merujuk pada sebuah danau yang terletak di Desa tersebut bernama Ranupane.
 
 Kondisi Ranupane saat ini ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Karena kondisinya yang berada di lembahan yang di kelilingi oleh perbukitan yang dijadikan ladang pertanian, Ranupane kini tak hanya mngalami masalah pendangkalan, namun juga penutupan permukaan perairan oleh Salvinia.

Tidak lebih dari tiga puluh persen wilayah permukaan Ranupani yang terbuka (personal documentation)



Wabah Salvinia ini terukur pertama kali pada bulan Juli menjelang Agustus. Pada waktu pertama kali terjadi, tanaman ini telah ditemukan di pinggir Danau Ranupane. Dalam kurun waktu 3 bulan hingga menjelang Oktober, Ranupani hampir tertutup delapan puluh persen oleh tanaman ini.

Salvinia tua yang berwarna kecoklatan (personal documentation)

Salvinia yang termasuk bryophita ini tergolong memiliki perkembangan yang cepat, mulai dari tahap spora, gametofit muda, hingga sporofit yang hanya dua minggu. Sehingga membludaknya populasi Salvinia ini juga hampir tak terkendali.

Saat ini, Jurusan Biologi Universitas Brawijaya sudah terlebih dahulu melakukan penelitian terhadap tanaman ini. Dan dibuatlah forum peduli Ranupani yang mengadakan Oktober Service pada bulan Oktober 2011 lalu untuk bahu-membahu mengatasi masalah ini dengan ramai-ramai membersihkannya. Forum tersebut menyatukan tak hanya golongan pelajar dari para mahasiswa, namun juga para aktivis lingkungan hidup, pecinta alam, wisatawan, masyarakat sekitar, dan tentu saja pihak pengelola TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru)


pihak TNBTS yang membantu dengan mengerahkan mobil MPA nya 

Forum Peduli Ranupani

wisatawan asing yang ikut membantu (thank's James)


 Namun begitu, usaha saat ini hanyalah bagaimana agar Tanaman ini dapat diangkut ke atas permukaan. Karena kalau hanya berada di pinggir, tanaman ini akan kembali. Terutama karena sporanya yang mudah menyebar. Kesulitan kami adalah, kurangnya tenaga, kurangnya alat (jaring dan mobil 4wd yang cocok dengan medan), dan yang pasti kurang banyaknya partisipasi dan juga dana.

Pecinta alam yang tergabung dalam forum ini:
MPA Jonggring Salaka, Rhizopora, Papalas, PAS (Pecinta Alam Senduro), Mapalipma

related artikle
Ranupane Butuh Bantuan dan Pertanggungjawaban Kita
Kode Etik Pecinta Alam
Komodo Keajaiban Dunia
Arti dan Makna Tato Suku Dayak



1 comment:

  1. Saat saya melaksanakan Pendakian Wajib pada akhir November lalu, sayang sekali, mungkin juga karena pengaruh musim hujan, Ranu Pani tertutup kembali. Serasa sia-sia kerja keras pada bulan Oktober lalu.

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar, kritik dan saran anda sangat berarti. Saya tunggu ya komentarnya...