Friday, November 11, 2011

Tradisi Minum Kopi

kopi bukanlah sekedar minuman untuk menghilangkan haus, namun esensinya lebih ke pembicaraan apa yang dibawakan sembari ditemani secangkir kopi, melintasi waktu, hingga berujung pagi
ini pengalaman saya merasakan kopi di beberapa tempat.

Di tempat saya sendiri, minum kopi adalah tradisi. Meski sebagian orang akan menganggap remeh warung kopi sebagai warung 'abu-abu', ada juga warung yang benar-benar menyediakan kopi (walau tak sedikit juga orang yang tetap menganggap perempuan pulang malam, nongkrong di warung kopi itu tabu, apalagi warung kopi itu bukan cafe).

Ada istilah "kopi cethe" yaitu minuman kopi dengan bubuk yang sangat halus dan kental. Saat cairan dalam cangkir habi, endapan residu kopi lah yang dicari. Biasanya digunakan oleh para perokok untuk dioleskan pada batang rokok mereka. Tak hanya sekedar mengoleskan, seni cethe lebih terkesan sebagai lukisan. Orang-orang lebih menyukai istilah "mem-batik rokok". Rokok yang telah diolesi saus cethe tentu lebih terasa lain.

berikut adalah contoh batik cethe yang saya sadur dari beberapa sumber

rokok yang telah dibatik dengan kopi cethe

Lihat Artikel
Pohon Pentup Jalan
Nikah Adat Jawa Timur
Kota Malang
Touring Part II
Delapan Hari Jawa Timur
Perjalanan Mencari Ilmu Pelatihan Jurnalistik Lingkungan
JSCC II (Jonggring Salaka Climbing Competition)
Pembagian Bibit Tanaman Mahasiswa
Sempu
Earth Hour

Kembali ke
CREATIVE JOURNEY
DO WE KNOW
GADGET AND GEAR
ONLY MIND
FREE DOWNLOAD
GUNUNG HUTAN

Halaman lain
WEB LINK
DODOLAN
HOME



2 comments:

  1. saat ini kopi bukan hanya minuman penghilang rasa kantuk, tapi juga menjadi teman wajib untuk sekedar ngobrol ataupun diskusi.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak juga selain minuman wajib pengantar obrolan atau ocehan... setia nemenin waktu insomnia, ngerjain tugas, kerja malam, etc..
      hehehe

      Delete

Silahkan berkomentar, kritik dan saran anda sangat berarti. Saya tunggu ya komentarnya...