Wednesday, September 14, 2011

Kritik untuk universitasku tercinta


 UNTUK APA MEMILAH SAMPAH?
Sistem Pengolahan Sampah Tak Tepat Guna
               PLASTIK, KERING, dan BASAH, itulah tulisan yang ada pada kotak alumunium menggantung yang disebut kotak sampah. Berbeda dari kotak sampah bulat yang terbuat dari karet, kotak alumunium ini diletakkan di jalan-jalan strategis Universitas Negeri Malang. Dari kotak itu diharapkan penghuni lembaga pendidikan kita, para civitas akademika mulai dari mahasiswa hingga staf pengajar, belajar bukan hanya untuk membuang sampah pada tempatnya, namun juga agar bisa memilah sampah.
               Kenapa sampah harus dipilah, jawabannya agar mudah saat akan dilakukan proses daur ulang. Plastik di daur ulang menjadi bijih plastik dan sampah basah diolah menjadi kompos, minimal seperti itu.
               Kotak sampah alumunium yang baru berumur kurang dari dua tahun tersebut memang terbatas jumlahnya. Dan sering terlihat miris, karena bagian dasarnya banyak yang hilang. Sehingga sampah yang dibuang lewat bagian atas akan dijatuhkan lagi lewat bawah.
               Pada awal tempat sampah itu muncul, saya sempat mengira bahwa nantinya sampah tersebut akan benar-benar didaur ulang. Tapi, seiring berjalan waktu sampai sekarang, nyatanya lembaga pendidikan ini tak juga mempunyai solusi penanganan sampah yang mumpuni. Sampah-sampah yang telah terpilah pada kotak akhirnya disatukan lagi dalam truk sampah. Bercampur aduk antara sampah plastik, organik, dan sampah kering seperti kaleng maupun kaca. Lalu untuk apa sampah dipilah?
               Sekarang mungkin kita harus mempertanyakan lagi fungsi kotak sampah terpilah tersebut. Apakah sudah tepat guna dimanfaatkan atau mungkin memang civitas akademika kita perlu penyadaran yang lebih mengenai permasalahan sampah ini. Agar nanti benar-benar, sampah yang telah dipilah dapat diproses untuk didaur ulang. Reduce, recycle, reuse.
               Salam lestari

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar, kritik dan saran anda sangat berarti. Saya tunggu ya komentarnya...