Wednesday, September 28, 2011

JEJAK LAWU

Saran untuk yang ingin ‘wisata’ ke Lawu. Berangkat pagi tak lebih dari jam 12. Pas sampai di Hargo Dalem sebelum maghrib alias senja, dapat view sunset. Tak perlu bawa air berlebih (secukupnya, tapi jangan sampai tidak bawa) karena di sana ada sumur dan warung. Perjalanan dari pintu masuk sampai Hargo Dalem 6 jam. Sampai puncak setengah-satu jam. Cepat kok.


Wednesday, September 14, 2011

Kritik untuk universitasku tercinta


 UNTUK APA MEMILAH SAMPAH?
Sistem Pengolahan Sampah Tak Tepat Guna
               PLASTIK, KERING, dan BASAH, itulah tulisan yang ada pada kotak alumunium menggantung yang disebut kotak sampah. Berbeda dari kotak sampah bulat yang terbuat dari karet, kotak alumunium ini diletakkan di jalan-jalan strategis Universitas Negeri Malang. Dari kotak itu diharapkan penghuni lembaga pendidikan kita, para civitas akademika mulai dari mahasiswa hingga staf pengajar, belajar bukan hanya untuk membuang sampah pada tempatnya, namun juga agar bisa memilah sampah.
               Kenapa sampah harus dipilah, jawabannya agar mudah saat akan dilakukan proses daur ulang. Plastik di daur ulang menjadi bijih plastik dan sampah basah diolah menjadi kompos, minimal seperti itu.
               Kotak sampah alumunium yang baru berumur kurang dari dua tahun tersebut memang terbatas jumlahnya. Dan sering terlihat miris, karena bagian dasarnya banyak yang hilang. Sehingga sampah yang dibuang lewat bagian atas akan dijatuhkan lagi lewat bawah.
               Pada awal tempat sampah itu muncul, saya sempat mengira bahwa nantinya sampah tersebut akan benar-benar didaur ulang. Tapi, seiring berjalan waktu sampai sekarang, nyatanya lembaga pendidikan ini tak juga mempunyai solusi penanganan sampah yang mumpuni. Sampah-sampah yang telah terpilah pada kotak akhirnya disatukan lagi dalam truk sampah. Bercampur aduk antara sampah plastik, organik, dan sampah kering seperti kaleng maupun kaca. Lalu untuk apa sampah dipilah?
               Sekarang mungkin kita harus mempertanyakan lagi fungsi kotak sampah terpilah tersebut. Apakah sudah tepat guna dimanfaatkan atau mungkin memang civitas akademika kita perlu penyadaran yang lebih mengenai permasalahan sampah ini. Agar nanti benar-benar, sampah yang telah dipilah dapat diproses untuk didaur ulang. Reduce, recycle, reuse.
               Salam lestari

Kain Merah Putih (sebuah cerpen)


Kain Merah Putih

               “yuk bikin film indie…tentang bendera kita? Daripada diam, tak bergerak, tersembunyi, berjamur di dalam gudang…”       
“…”, dia tak menjawab. Langkah kakinya dipercepat dengan segala aksesoris ketenangan dan kedataran ekspresi wajah poker.
               “…daripada dia terlupakan… sebelum tak ada yang tahu bahwa kita pernah punya…” gadis kecil itu terus bergerak berusaha menyamai langkah kaki laki-laki di sampingnya.
               “…”
               “…sebelum kita menyerahkannya!”,
Nadanya meninggi. Barangkali ia hampir berlari menyamai langkah kaki si laki-laki. Ia terpaksa menjambret kerah belakang hem flannel coklatnya. Memaksanya berhenti.