Thursday, August 11, 2011

SEMERU



Ini obrolan ala warkop dengan teman-teman saya. Kami berdebat dan akhirnya sependapat bahwa “lama-kelamaan, muncak Semeru… seperti wisata… bukan prestise”.
Saya sendiri? Baru dua kali, satu kali puncak. Tapi sama sekali belum pernah lewat gunung ajag-ajag (baca:ayak-ayak, tapi di peta bakosurtanal maupun AMS-UTM tulisannya AJAG-AJAG). Semuanya lewat jalur konvensional lewat Ranupani. Belum pernah juga coba lewat jalur lain (karena memang tidak disarankan), seperti Klakah-Lumajang, yang katanya Soe Hok Gie lewat situ.
Ini beberapa foto pendakian saya
Tanjakan Cinta-Ranukumbolo-SEMERU

Jonggring Salaka dan Mapala Bandung Raya

 ORO-ORO OMBO (SEMERU)

 CROWDED TEAM-mengantar mapala Bandung Raya dalam Pendakian Bersama
(JAMBANGAN-SEMERU)
 ARBEI HUTAN- berbunga sepanjang tahun, matangdan melimpah sekitar bulan Mei-September
 (KALIMATI-SEMERU)

Bukan tidak menghormati, bahwa gunung tertinggi di Jawa dan juga salah satu “kiblat” bagi seluruh peradaban Jawa kuno dan pusat berbagai mitos, bahwa Semeru juga memakan banyak nyawa (tersesat, hipotermia, letusan, lahar dingin, asap beracun, patah tulang).
Tapi dengan jumlah pendakian per-hari yang lebih dari sepuluh orang (rata-rata per-tahun), bayangkan betapa terbukanya jalan. Dan saya percaya sekitar 5-10 tahun lagi jalan sampai Ranukombolo akan dipaving.
Sekarang saja jalur konvensional-kan dipaving sampai pos tiga. Memang setelah watu rejeng agak terjal, namun saya rasa sepeda motor trail bisa mencapai Ranukumbolo, apalagi sepeda downhill.
Tapi tetap, Semeru menawarkan view yang luar biasa, tapi jujur… saya lebih suka Argopuro >_

Jalur SEMERU saya:
MalangTumpangRanupani (di dekatnya sekitar 100-200 meter ada Ranu Regulo)—Ranukumbolo (6/7 jam perjalanan), ‘tanjakan cinta’—savana Oro-oro Ombo (10 menit)—Kalimati (3 jam)—puncak (5 jam).
Tapi perizinan pendakian hanya  boleh sampai  Kalimati, sudah berjalan hampir empat tahunan ini. Perizinan naik ke Semeru selain ke TNBTS juga menyertakan surat kesehatan dari dokter (jangan lupa itu atau anda tidak diizinkan oleh petugas)
Selain itu,
“Take nothing but picture, leave nothing but footprint, and don’t kill but the time”

Silahkan cek bahwa Semeru masuk dalam kawasan TAMAN NASIONAL
Lebih tepatnya

4 comments:

  1. " Dan saya percaya sekitar 5-10 tahun lagi jalan sampai Ranukombolo akan dipaving ".....ya, semeru yang 'dulu' menawarkan sensasi yang berbeda dengan semuru yang 'kini'. Dulu, sepanjang Ranu Pani sampai Ranu kumbolo, kadang kita tidak tahu sampai pos apa, kadang kita juga harus merunduk dan merayap....sekarang ? huehehhehe, no comment. Stuju dengan pendapatmu, argopuro lebih menawarkan sensasi yang lain....

    ReplyDelete
  2. kayaknya exploring adventure sekarang lebih menarik ke Kalimantan :)

    ReplyDelete
  3. astaga.. iri banget.. pengen ke semeru belum kesampaian..

    ReplyDelete
  4. buat littlelala, kalau mau main ke Semeru kasih tau aja, saya bisa anter kalo mau... :)

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar, kritik dan saran anda sangat berarti. Saya tunggu ya komentarnya...