Wednesday, August 3, 2011

PERJALANAN MENCARI ILMU PELATIHAN JURNALISTIK LINGKUNGAN TINGKAT OPA SE-JAWA BALI


“Dulu di dalam materi Diklat Ruang Jonggring Salaka ada materi jurnalistik dan fotografi alam bebas, tapi karena lama-lama pematerinya tidak ada, juga beberapa musibah yang menimpa, akhirnya materi itu tidak lagi diberikan sekarang.” 

Salah seorang senior di MPA JONGGRING SALAKA pernah mengungkapkan hal tersebut dalam suatu pembicaraan, yang celakanya terus terngiang di kepalaku. Aku bertanya-tanya, apakah memang karena tidak ada orang untuk menjelaskan, materi yang tidak ada, atau karena di sini tidak cocok untuk diberikan materi tersebut. Terus terang, materi jurnalistik dan fotografi alam bebas sangat menarik. Karena predikat pecinta alam, yang tidak hanya bergiat di olahraga alam bebas, juga harus bisa memberikan kontribusi demi kelestarian lingkungan. Dan salah satu kekuatan dari jurnalistik adalah mampu mengubah sudut pandang seseorang,  menginspirasi, dan mengajak pembacanya untuk ikut bertindak dalam upaya pelestarian. 

 
Karena pertimbangan di atas aku (Ayu), Ivan, dan Bangkit berangkat pada hari Kamis (27/01/2011) untuk mengikuti Pelatihan Jurnalistik Lingkungan Tingkat OPA Se-Jawa Bali yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Kelestarian Alam (MPKA) SWAPENKA, Fakultas Sastra Universitas Negeri Jember (UNEJ). Sebenarnya selain pertimbangan di atas, aku dan kedua temanku punya pertimbangan lain yang berkaitan dengan minat masing-masing. Tapi ternyata, melebihi apa yang kami harapkan, kami mendapat hikmah lain dari perjalanan ini.
Sebelum berangkat, otomatis yang paling kami pikirkan adalah biaya perjalanan. Dengan anggaran yang pas-pasan untuk biaya pendaftaran dan surat delegasi dari organisasi, kami tetap nekat berangkat. Kami berasumsi bahwa biaya pendaftaran tersebut memang sudah termasuk logistik, penginapan, dan materi. Tanpa upacara pemberangkatan maupun pengantar, kami berpamitan pada penghuni sekretariat. Tepat pada pukul 13.30 kami naik lyn menuju Arjosari untuk kemudian oper ke bus menuju Jember. Perjalanan sore itu diiringi mendung dan hujan, bahkan banjir lahar dingin di daerah probolinggo sempat membuat macet kendaraan hingga setengah jam. Kami sempat berlomba mengabadikan momen meluapnya deras air sungai yang menutup aspal jalan.
 Menjelang malam, tepatnya pukul 19.30, bus tiba di terminal Tawangalon Jember. Sekarang tinggal mencari cara menuju UNEJ. Saatnya mengaplikasikan kompas mulut, alias bertanya. “Naik lyn D, iya… itu yang di depan, yang mau jalan”, ungkap salah seorang warga dalam aksen maduranya yang khas. Setelah naik lyn, baru kami yakin bahwa kendaraan ini pasti benar, karena ada tulisan ‘CAMPUS’ terpampang besar di jendela belakang.
Keberuntungan demi keberuntungan juga menyertai kami, mulai dari secara tidak sengaja bertemu dengan mahasiswa UNEJ di dalam lyn, yang darinya kami diberikan informasi tentang letak kampus, hingga tersasar ke skretariat Mapala lain. Namun, buah dari tersesat itu justru kami bertemu dengan MAPALUS, organisasi mahasiswa pecinta alam FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) UNEJ. Di sana kami disambut bak saudara. Kebetulan salah seorang senior mereka baru saja menginap di Jonggring Salaka dalam suatu acara latgab orad.
Di sana kami dijamu, mulai makan, minum, hingga tidur. Benar-benar suasana seperti di rumah sendiri, seperti di Jonggring. Rupanya MAPALUS juga mendelegasikan tiga orang, sehingga akhirnya kami juga berangkat bersama.  Mulai dari technical meeting pada Kamis malam hingga pemberangkatan pada Jumat pagi.
Saat technical meeting, kami baru mengetahui ternyata ada dua organisasi lain dari Malang yang mengirimkan anggotanya, yaitu MAPALIPMA dan ASPAL. Peserta lain ada dari wilayah Purwokerto, Probolinggo, Lamongan, Surabaya, dan Jember sendiri. Jumlah peserta yang semula dibatasi empat puluh orang membludak hingga hampir lima puluh.
Pelatihan jurnalistik dilaksanakan di sebuah perkebunan karet milik PTPN XII bernama Zeelandia. Terletak di desa Tanggul Kabupaten Jember, berada di ketinggian antara 500-800 mdpl, dan masih berada pada lingkar kaki pegunungan Hyang Argopuro. Peserta dibawa dengan menggunakan fasiliatas bus sekolah milik perkebunan melewati jalan pedesaan berbatu menuju mess. Gedung mess perkebunan merupakan bangunan peninggalan jaman Belanda. Berdiri diantara pohon-pohon karet, kopi, dan beberapa komoditas kayu milik perkebunan. Gedung Mess terdiri dari penginapan, balai, lengkap dengan ruang pertemuan, dapur dan kamar mandi. Bahkan ada lapangan tennis dan sepakbola, meskipun terlihat tua dan kurang terawat.
Materi-materi dan praktek disampaikan mulai dari teknik reportase dan wawancara, bahasa jurnalistik, ragam berita, jurnalistik lingkungan,  hingga fotografi jurnalistik. Pada saat praktek lapangan, peserta menerapkan teknik reportase dan wawancara di area perkebunan. muluai Pemateri sendiri adalah orang-orang yang berkecimpung dalam dunia jurnalistik sebagai wartawan yang juga merangkap seorang dosen. Diantaranya saat ini bekerja di Majalah Tempo, Harian Kompas, Jawa Pos untuk Wilayah Jember, Harian Surabaya Pagi, dan aktif di Organisasi Perlindungan dan Pelestarian Satwa Liar ProFauna Indonesia. Menariknya, empat dari enam pemateri adalah Anggota Luar Biasa dari SWAPENKA.
Pada hari terakhir, Sabtu (30/01/2011), upacara penutupan pelatihan jurnalistik diakhiri dengan sesi foto bersama. Dari pelatihan ini, bukan hanya ilmu yang kami dapatkan. Memperkuat jaringan sesama organisasi pecinta alam, pertemanan-pertemanan baru, hingga menyelami sekali lagi arti persaudaraan. Yang membuat kami terkesan adalah banyak yang ingin berfoto bersama kami bertiga, “JONGGRING SALAKA dari Malang”.

 KRONOLOGIS CATATAN PERJALANAN
Kamis,  27 Januari 2011
13.30-14.00     Berangkat dari sekretariat MPA JS, naik lyn AL ke terminal Arjosari, pindah Bus Dahlia jurusan Banyuwangi.
14.30               Bus Dahlia berangkat
17.15               bus transit di terminal Probolinggo
19.30               turun dari bus di terminal Tawangalun Jember, naik lyn D (ada tulisan ‘CAMPUS’).
20.00-20.30     sampai UNEJ, tidak sengaja sampai di sekretariat MAPALUS
20.30               regristrasi peserta dan technical meeting.

Jumat, 28 Januari 2011
01.30               tidur
07.00               persiapan
08.30               upacara pembukaan (sambutan-sambutan)
10.00               naik bus berangkat menuju perkebunan karet Zeelandia
11.15               sampai perkebunan
13.00               perkenalan, ishoma, makan
14.00               mulai materi ruang, perkenalan profil perkebunan Zeelandia (oleh  Haryanto selaku manajer perkebunan)
15.00               materi lingkungan hidup (oleh Wahyu Giri P.)
17.00-19.00     ishoma, mandi
19.00               materi ragam berita (Binbin Bintariadi)
20.00               pemutaran film+coffee break
21.00               acara bebas, istirahat

Sabtu, 29 Januari 2011
05.00-07.30     bangun, ishoma, mandi
07.30               materi teknik reportase dan wawancara (oleh Heru Edy Purwanto)
08.30               praktek teknik reportase dan wawancara
09.00               materi Jurnalistik Lingkungan           
10.30               coffee break
11.00               materi Bahasa Jurnalistik
12.00               ishoma
13.00               materi teknik penulisan features dan jurnalistik fotografi
17.00               ishoma
19.30               pembagian kelompok praktek dan penjelasan praktek
21.00               acara bebas, istirahat

Minggu, 30 Januari 2011
05.00               bangun, ishoma, mandi
07.30               pembagian kerja praktek lapangan
09.30               kembali ke ruangan, penulisan reportase
10.30               presentasi dan evaluasi teknik reportase dan wawancara, penulisan features, dan jurnalistik fotografi
13.30               materi selesai, penyerahan sertifikat, penutupan
14.00               ishoma, persiapan pulang
15.00               pulang
15.30               turun dari bus di perempatan Tanggul
16.00               naik bus Ladju tujuan Surabaya
17.30               turun di terminal Probolinggo, oper bus AKAS tujuan Malang         
20.30               sampai di terminal Arjosari, naik lyn AL       
21.30               sampai di sekretariat MPA JONGGRING SALAKA


BIAYA PERJALANAN
-          Lyn AL UM-terminal Arjosari                                                        Rp   2.500,00  
-          Bus Dahlia Malang-Probolinggo                                                   Rp 14.000,00
-          Bus Dahlia Probolinggo-terminal Tawangalun Jember               Rp 12.000,00
-          Lyn D terminal Tawangalun-UNEJ                                                Rp   3.000,00
-          Bus Ladju dari Tanggul-terminal Probolinggo                             Rp 11.000,00
-          Bus Akas Probolinggo-Arjosari Malang                                        Rp 13.000,00
-          Lyn AL Arjosari-UM                                                                       Rp   2.500,00
                                                                                                      Rp 58.000,00
BIAYA ADMINISTRASI
-          Regristrasi                                                                                      Rp 130.000,00

PELAKSANA
-          Ayu Sri Darmastuti (092910)
-          Ferdinand Ivan Hermawan (092915)

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar, kritik dan saran anda sangat berarti. Saya tunggu ya komentarnya...