Thursday, March 31, 2011

EART HOUR SAVE ENERGY SAVE ENVIRONTMENT


Pada 26 Maret 2011, dunia melalui berbagai media, mengumandangkan “Earth Hour” atau mungkin bisa diistilahkan dengan jam untuk bumi. Tak hanya media masa namun juga media maya juga mengundang partisipasi penduduk berbagai Negara lewat situs-situs jejaring sosial untuk memadamkan listrik selama satu jam. Satu jam mengistirahatkan bumi yang diperas bahan bakarnya untuk kebutuhan energy manusia.
                Kebutuhan konsumsi listrik untuk menopang berbagai kepentingan manusia semakin bertambah sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Tahun 2011 jumlah populasi manusia di bumi mencapai tujuh miliar (7.000.000.000) jiwa. Berapa lama bumi mampu menyokong kehidupan manusia lewat sumber dayanya?

PERJALANAN ANAK BURUNG MALEO

Di tanah Donggala Pulau Sulawesi, spesies unggas hidup dan beradaptasi khusus untuk menempati kawasan sebagai suatu satwa endemik. Satwa yang hanya bisa hidup dan berkembang biak dengan baik di wilayah tersebut. Macrochepalon atau lebih dikenal dengan burung Maleo.

Maleo adalah burung yang setia dan anti poligami. bersama mereka membangun sarang
 


morfologi burung maleo. Kepala bagian belakang membesar di ujung

 
perbandingan telur Maleo dengan Maleo muda
Macrochepalon yang berarti kepala besar menggambarkan bentuk kepala mereka yang menonjol di bagian atas. Membuat mereka mampu mendeteksi suhu panas dengan lebih baik. Pendeteksian suhu panas sangat penting, karena Maleo tidak mengerami telur mereka. Mereka membiaarkan panas bumi mengerami telur hingga menetas.
Hidupnya berawal dari sepasang burung Maleo yang bereproduksi. Mereka lalu mencari ‘sarang’ yang tepat bagi calon telur dari tubuh betina. Pasangan itu akan mencari tanah yang sesuai, menggalinya secara bergantian dan setelah telur diletakkan mereka menguburnya. Induk Maleo pergi setelah membuat tipuan-tipuan gundukan tanah kosong untuk melindungi telur mereka dari pemangsa.
Betina mengeluarkan telur cukup besar, bahkan bila dibandingkan, telur Maleo berukuran 5 kali lebih besar dari telur ayam. Telur yang besar menyulitkan proses keluar dari tubuh induk betina. Hingga induk Maleo pingsan setelah bertelur dan menjadi penyebab kematian.
Telur mereka dierami oleh panas bumi dengan suhu 32-35 derajat celcius di dalam tanah. Selama 60-90 hari telur terpendam hingga akhirnya menetas. Maleo kecil adalah burung yang madiri. Anak Maleo yang baru menetas memiliki perjuangan yang luar biasa untuk mencapai permukaan tanah tanpa bantuan induk mereka.
Namun tak semuanya bisa bertahan hidup bahkan untuk mencapai permukaan. Mereka sering ditemukan hanya dengan kepala menonjol dari tanah dan mati dikerumuni semut, atau hanya muncul dengan tubuh tanpa kepala. Berbagai ancaman menghantui anak Maleo.
Terlalu banyak hujan akan menurunkan suhu tanah, membuatnya lembab, dan telur Maleo membusuk. Timbunan tanah yang terlalu dalam bisa membuat anak kekurangan udara ketika berjuang keluar dari tanah. Akar pohon menjerat mereka.Tubuh mereka yang baru menetas masih diselimuti bau amis sehingga memancing para pemangsa untuk mendekat. Biawak, elang, luwak, hingga semut.
Namun, segala kemandirian dan perjuangan mereka membuahkan hasil. Membuatnya menjadi burung yang kuat. Melatih otot-otot gizzard dan sayap mereka untuk dapat langsung terbang ketika baru keluar dari tanah.
(saat ini Maleo adalah satwa khas Sulawesi. Dengan jumlahnya yang tak lebih dari 10.000 ekor pemerintah membuat lahan konservasi seluas 14 hektar di sepanjang tanjung Binerean, Sulawesi Tengah)
Ayukpiyuk

Saturday, March 26, 2011

PRIMATA UNIK SANG PENGHUNI HUTAN HUJAN INDONESIA

Indonesia memiliki keanekaragaman paling beragam nomer tiga di seluruh dunia setelah Brazil dan Zaire. Karena iklim tropisnya, Indonesia memiliki tipikal hutan hujan yang mendukung kehidupan penghuninya. Isolasi-isolasi pulau oleh lautan menghasilkan kekayaan genetis yang khas untuk tiap spesies sebagai bagian dari adaptasi. Menciptakan spesies-spesies endemik, yang hanya ada di wilayah tersebut. Salah satu penghuni hutan yang khas dari wilayah tropis Indonesia adalah keluarga dari primata.
Berbeda dari simpanse, primata umumnya lebih kecil atau biasa kita sebut sebagai keluarga lutung. Kehidupannya lebih sering dihabisakan di pepohonan, melompat diantara satu pohon ke pohon lain, hingga perilaku bersarang juga mereka lakukan di pepohonan. Beberapa primata di Indonesia telah masuk dalam daftar spesies yang terancam punah, sehingga perdagangan internasional binatang ini tidak diizinkan. Berikut adalah binatang-binatang dari ordo primata yang unik sebagai penghuni hutan hujan Indonesia.
Tarsius
Primata ini sering disebut sebagai monyet terkecil di dunia. Diketahui ada 9 spesies di dunia, 2 di Filipina dan 7 di Indonesia. Yang paling dikenal adalah dua spesies penghuni hutan Sulawesi yaitu Tarsius tarsier (kera hantu) dan Tarsius pumilus (Tarsius kerdil atau krabuku). Ukuran tarsius sangatlah kecil dibanding primata lain, terutama spesies Tarsius pumilus yang panjangnya hanya mencapai tak lebih dari sepuluh sentimeter. Selain ukuran yang kecil, bentuk fisiknya juga  menggemaskan. Matanya yang lebar dibanding ukuran fisik dan kepalanya yang dapat menoleh hingga 180 derajat mirip dengan burung hantu. Makanan utama mereka adalah serangga seperti kecoak dan jangkrik

Friday, March 25, 2011

GEN PENYEBAB KANTUK DI SIANG HARI


Apakah anda sering merasakan kantuk berlebih di siang hari? Bagi sebagian yang terbiasa berkehidupan malam, memang tidak mengherankan apabila tidak terbiasa terjaga di waktu siang. Namun jika anda merasa sudah memiliki waktu tidur sama seperti orang lain tapi masih tetap mengantuk di siang hari, tidak perlu heran. Ternyata sebagian manusia memang memiliki gen untuk ‘mengantuk’ di waktu siang.
American Academy of Neurology menerbitkan jurnal penelitan mereka yang meneliti gen pemberi pengaruh rasa kantuk. Adalah gen DQB1*0602 yang merupakan varian gen pada sebagian orang penyebab narkolepsi, atau penyakit gangguan tidur yang menyebabkan rasa kantuk berlebih di waktu siang. Varian gen tersebut baru-baru ini ditemukan pengaruhnya terhadap manusia pada sebuah penelitian oleh University Pensilvania school of medicine di Philadelphia, Amerika Serikat.
Dalam penelitian diambil 92 sampel pola tidur orang dewasa yang tidak memiliki varian gen tersebut dibandingkan dengan 37 sampel orang dewasa yang memiliki varian gen berpola tidur sehat. Akibat penelitian yang mengurangi jam tidur mereka, peserta sampel sempat mengalami gangguan tidur kronis.
Penelitian dilakukan dengan ‘mengganggu’ pola tidur mereka. Selama terjaga, mereka hanya diperbolehkan membaca, main game, menonton televisi, dalam ruangan berpencahayaan tinggi. Selain mengukur lamanya waktu tidur, peneliti juga menilai kualitas tidur mereka. Kemudian dilakukan tes daya ingat serta kemampuan untuk menahan kantuk di siang hari.
Hasil yang didapat adalah pemilik gen DQB1*0602 lebih mudah lelah baik dengan waktu tidur berkurang ataupun waktu tidur penuh. Penyebabnya ternyata ada pada kualitas tidur mereka. Pemilik varian gen tersebut rupanya tidak bisa tidur dengan ‘nyenyak’. Ketika tidur, mereka kerap terjaga empat hingga lima kali dalam semalam, sedangkan yang tidak memiliki gen tersebut hanya terjaga satu hingga dua kali. Selain itu, mereka dengan varian gen DQB1*0602 membutuhkan waktu lebih lama untuk terpejam. Bisa dikatakan bahwa pemiliki varian gen DQB1*0602 memiliki lebih sedikit waktu tidur atau lebih sedikit keinginan untuk tidur daripada orang tanpa gen tersebut. Sehingga mereka memang memiliki waktu istirahat yang kurang dan menyebabkan rasa kantuk di siang hari.
Namun ketika dilakukan tes daya ingat, ternyata tidak ada perbedaan kemampuan keduanya. Yaitu baik orang dengan varian gen DQB1*0602 maupun tanpa varian gen tersebut tidak terpengaruh kemampuannya akibat kurangnya waktu istirahat. Penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi mereka yang merasa memiliki varian gen tersebut untuk memilih pekerjan dan jam kerja yang efektif


Lihat artikel
Tempat Terbasah di Dunia
Wijen
Burung Anggang (Rangkong) Endemik
Kode Etik Pecinta Alam
Komodo Keajaiban Dunia
Casiope
Arti dan Makna Tato Suku Dayak
Tebing Unik Indonesia
Water Plant
Supervolcano
Sifat dan Golongan Darah
OWL (Alias Burung Hantu)
Bagaimana Jika Terjadi Petir
Kopi Part III
Outbound
Kopi (part 2)
Kopi
Katak juga Makhluk Hidup
Mengapa Edelweis istimewa
Perjalanan Anak Burung Maleo
Primata Unik Sang Penghuni Hutan Hujan Indonesia
Gen Penyebab Kantuk di Siang Hari


Kembali ke
CREATIVE JOURNEY
DO WE KNOW
GADGET AND GEAR
ONLY MIND
FREE DOWNLOAD
GUNUNG HUTAN

Halaman lain
WEB LINK
DODOLAN
HOME